Habibi’s Blog

Sebuah Catatan Kecil

Negeri Kita Pasca Pilpres

Posted by Habibi on 19/07/2009

Alangkah gembira rakyat Indonesia yang telah usai menyelenggarakan Pilpres tahun 2009 yang terlaksana dengan aman dan tertib. Proses demokrasi pun berjalan apa adanya tanpa ada pertumpahan darah meskipun pelaksanaanya masih belum sempurna. Namun demikian rakyat sudah bisa melihat siapakah yang terbaik buat negeri ini dan siapa yang bisa membawa negeri ini untuk lebih maju di masa yang akan datang. Banyak sekali potret proses kedewasaan demokrasi di Indonesia yang semakin bergerak mau. Tak lelah kita lihat laporan-laporan kecurangan, ketidakpuasan dan sebagainya mewarnai suasana hangat politik negeri kita pasca Pilpres 2009. Yang paling mencengangkan di usai pesta demokrasi ini adalah tragedi bom yang terjadi di dua hotel yaitu JW Marriot dan Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta. Tragedi kemanusiaan ini sangat memukul Indonesia. Selain banyak korban yang jatuh akibat teror bom ini, pertandingan sepak bola antara Manchester United melawan Indonesia All Star juga gagal diselenggarakan. Kepercayaan dunia Internasional terhadap Indonesia-yang sebelumnya sudah membaik kini harus dipertanyakan lagi. Mengapa ini terjadi? Belum jelas motif pengebomannya. Presiden SBY memberikan pidatonya dengan penuh meyakinkan dan raut muka yang benar-benar serius. Beliau menjelaskan bahwa mungkin ini ada kaitannya dengan Pilpres yang tidak menginginkan SBY dilantik lagi menjadi Presiden Republiik Indonesia untuk yang kedua kalinya. Dari laporan Badan Intelijen Negara yang telah mendapatkan data-data, bahwa terdapat sekolompok orang yang berlatih menembak dengan sasaran foto SBY dan gambar lain yang menunjukkan tembakan yang tepat mengenai pipi di foto SBY. Semua bukti-bukti itu dibeberkan sendiri oleh Presiden SBY dan semua data itu valid lengkap dengan rekaman videonya. Beliau juga menyampaikan bahwa ada indikasi yang menolak hasil Pemilu baik itu PIleg maupun Pilpres. Rumor lain yang menyebutkan bahwa bagaimanapun jangan sampai Presiden SBY bisa dilantik kembali dan akan ada pendudukan paksa kantor KPU. Presiden SBY juga megemukakan bahwa ada juga yang ingin membuat Indonesia ini seperti di Iran yang rakyatnya menginginkan Pemilu diulangi. Semua itu dikemukakan Presiden SBY yang mendapat laporan dari Badan Intelijen Negara yang sebelumnya beliau simpan akan tetapi karena situasi dan kondisi yang telah memaksa beliau untuk menyampaikannya kepada publik agar semua bisa lebih berhati-hati. Kontroversi pun datang dari lawan-lawan politiknya. Mereka menilai pidato Presiden tersebut berlebihan dan hanya memperkeruh suasana. Mereka menilai bahwa Presiden telah mempolitisir tragedi bom tersebut dengan mengaitkannya dengan hasil Pilpres 2009 akan tetapi untuk penyelidikan selanjutnya akan dilakukan oleh POLRI. Kita semua hendaknya berdoa agar teror di negeri ini segera berakhir untuk Indonesia yang aman, tertib, dan damai di bawah lindungan Allah swt. Amiiin…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>